Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 20 Maret 2012

Korupsi Membudaya, Koruptor Sama Dengan Budayawan?


 Korupsi Membudaya, Koruptor Sama Dengan Budayawan?


13295465431918610275
korupsi yang membudaya atau korupsi yang dibudayakan?

Tulisan ini terinspirasi ketika kami mengikuti pelatihan jurnalistik anti korupsi pada akhir Dsember lalu. Kegiatan tersebut bagian dari acara HUT Arena, yang merupakan unit kegiatan mahasiswa di kampus kami.
Waktu itu salah satu materi diisi oleh Laras Susanti, S.H dari PUKAT (Pusat Kajian Anti Korupsi). Ketika itu dia menyinggung fenomena korupsi yang sepertinya telah membudaya dibanyak kalangan. Namun jika korupsi memang sepertinya telah membudaya, apakah layak mereka disamakan dengan budayawan?
Melihat dari arti sesungguhnya, budaya itu hasil rasa, cipta dan karsa. Budaya itu hasil dari pemikiran manusia yang bersifat positif. Dan biasanya budaya tersebut diterima oleh semua masyarakat. Bisa dikatakan bahwa budaya itu bagian dari kehidupan manusia.
Lalu bagaimana dengan korupsi? Apakah itu hasil dari pemikiran manusia yang bersifat positif? Jelas tidak. Tindakan korupsi jelas tidak diterima oleh semua masyarakat. Dengan begitu korupsi tidak layak disebut sebagai sebuah budaya. Pada paragraf sebelumnya dijelaskan bahwa budaya itu hasil pemikiran positif manusia. Korupsi itu negatif. Berarti korupsi itu bukanlah sebuah budaya. Seharusnya penggunaan kata “korupsi” tidak dapat disandingkan dengan kata “budaya”.
Jika korupsi itu dicap sebagai sebuah budaya, walaupun itu dalam arti budaya yang tidak baik, apakah layak mereka yang korupsi itu juga disebut budayawan? Pasti itu tidak dapat diterima. Mana mungkin Butet Kertaradjasa, Sujiwo Tejo, Emha Ainun Najib dan budayawan lainnya disamakan dengan para koruptor. Pasti mereka akan protes keras. Maka untuk selanjutnya, lebih baik seharusnya korupsi itu tidak disandingkan dengan kata budaya. Namun melihat kondisi saat ini dimana korupsi telah merajalela, kata apa yang cocok dipakai untuk menggambarkannya? Mari kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia…  :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar