Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 15 Maret 2012

UP-DATE BERITA


UP-DATE  BERITA

BAGAI MANA TANGGAPAN TEMAN-TEMAN SETELAH MEMBACA BERITA DI BAWAH INI, DAN BAGAI MANAKAH JIKA SALAH SATU DARI ANGGOTA KELUARGA KITA MENGALAMI KEJADIAN INI




SYARAT PENGAJUAN MEMBERATKAN WARGA




          Demi mendapat layan jaminan kesehatan daerah,( Jamkesda ) Wahyudi ( 27 ) merelakan hari rabunya. Sejak pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB, ia mondar mandir  demi mendapatkan fasilitas berobat gratis untuk masalah sesak nafasnya, selama ini.
          Mengenakan  sweater  dan celana jeans hitam, wahyudi duduk tepat disebalah loket pendaftaran Jakesda diAula kantor Dinas Kesehatan ( Diknes ) Kabupaten Bantul.sejak pukul 14.00 hingga 14.30 WIB, pekerja swasta itu tidak pernah beranjak dari tempat duduknya.
          Saat menunggu wajahnya kuyu, duduknya  pun  membungkuk, rupanya sudah sejak pagi ia bolak balik ke berbagai instansi untuk mengurus administrasi jamkesda.Bukan perjalanan yang singkat untuk bolak balik karena jarak dari kampungnya ke pusat kabupaten bntul ia tempuh lebih dari 20 menit.
          ‘’sebenarnya gak sulit’ kalau tidak dipersulit’’ ucap seorang warga yang sama dengan Wahyudi.
Wahyudi bercerita, keinginnya mengurus Jamkesda itu karena selama ini ia menderita sesak nafas tiap malam.Tetapi ia bingung karena tidak mempunyai jaminan kesehatan. Takut biayanya mahal.Oleh karena ituia berinisiatif mengurus Jamkesda. Dengan harapan, ia bisa berobat gratis.
          Sekita pukul 09.00 ia berangkat ke kelurahan untuk mengurus surat keterangan miskin. Kemudian meminta legalisir di kecamatan, setalah itu, ia ke puskesmas
                   Nah , di sinilah ia mulai capek. Saat di puskesma untuk meminta surat rujukan ia bingung kepada siapa. Karena bingung ia pun memilih menulis Kepada Jamkesda. Sesampainya di  Kantor Badan Kesejahteraan Keluarga Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berancana ( BKKPPKB ) untuk mendaftarkan namanya di daftar penerima, ia langsung di salahkan.
          ‘’yang bikin capek itu tidak diberitahu di mana salahnya, seharusnyakan di beritahu. Namanya juga orang tidak tahu. Tadi malas di suruh cari sendiri’’, ucapnya.

          Akibatnya ,ia harus membetulkan tulisan’’kepada’ itu menjadi RSUD penambahan senopati dengan menggunakan tipe-x  ternyata ia disuruh kembali ke puskesmas untuk meminta tulisan yang baru, tanpa penghapus. Alhasil, sampai siang hari ia baru sampai di Kantor Dikns.
          Wahyudi berkata seharusnya ada semacam tulisan syarat-syarat administrasi di kantor itu agar mengurus tidak bingung.Dari yabg ia perhatikan ,tidak ada sama sekali. Kalaupun tidak ada seharusnya petugas melayani dengan ramah.

          Kepala Unit Pelaksana Teknis ( UPT ) Jamkesda Dinkes Bantul, Bambang Agus Subekti menjelaskan, pihaknya hanya bertugas menerima persyaratan administrasi. Untuk urusan pendaftaran, itu BKK PP KB. Jika pihak disana telah mendaftarkan atau memasukkan maka menggantinya UPTnya yang memproses Jamkesda seseorang.



TANGGAPAN DAN SARAN TEMAN-TEMAN TERHADAP            BERITA DI ATAS, TULIS DI KOTAK KOMENTAR…..

2 komentar: